RSS
Assalamu’alaikum.Warohmatullahi Wabarokatuh. Selamat datang di blog kami, saran dan kritik dari pembaca dapat disampaikan melalui e-mail akur88@gmail.com

Fastabiqul Khoirot Mohon Saran dan Masukannya Agar Ilmu Ini Bermanfaat. Amin
APABILA PEMBACA MENGINGINKAN MATERI YANG BERHUBUNGAN DENGAN REKAM MEDIS DAPAT CLIK LINK DOWNLOAD FILE MATERI DIBAWAH INI

========== [00v00] ==========

DOWNLOAD FILE MATERI REKAM MEDIS

DOWNLOAD MATERI DESAIN FORMULIR, QUALITY ASSURANCE, ETIKA PROFESI DAN ICD 10

=================================================================

Sistem dan Sub Sistem Rekam Medis

1. Sistem Penamaan

Sistem penamaan dalam pelayanan medis yaitu tata cara penulisan nama pasien yang bertujuan untuk membedakan satu pasien dengan pasien yang lain dan untuk memudahkan dalam pengindeksan Kartu Indeks Utama Pasien (KIUP).

Penulisan nama dalam formulir rekam medis harus memenuhi persyaratan penulisan untuk diindeks dan memenuhi kelengkapan nama seseorang. Menurut Bambang Shofari dalam bukunya yang berjudul Pengantar Sistem Rekam Kesehatan (PSRK) tahun edisi 1998 cara menulis dan mengindeks nama dalam formulir rekam medis adalah sebagai berikut:

a. Menulis nama orang Indonesia.

1) Nama Tunggal

Nama orang dapat terdiri dari satu suku kata, dua kata atau lebih. Nama orang hanya terdiri dari satu suku kata, diindeks sebagaimana nama itu disebut.

Contoh :

Nama Diindeks akan ditulis

Jumadi Jumadi

Prapti Prapti

2) Nama Majemuk

Nama orang Indonesia yang majemuk dan oleh si pemilik nama itu ditulis menjadi satu, diindeks sebagaimana nama itu ditulis.

Contoh :

Nama Diindeks akan ditulis

Ira Ayu Ira Ayu

Isnaini Fitriana Isnaini Fitriana

3) Nama Keluarga

Nama orang Indonesia yang menggunakan nama keluarga, yang diutamakan nama keluarganya.

Contoh :

Nama Diindeks akan ditulis

Narsissius Hardiman Hardiman Narsissius

Novilia Haryanto Haryanto Novilia

b. Menulis Nama Orang Cina, Korea, Vietnam dan sejenisnya.

1) Nama Asli

Nama asli orang Cina, Korea, Vietnam dan sejenisnya, diindeks dan ditulis sebagai nama aslinya.

Contoh :

Nama Diindeks akan ditulis

Kim Ti Sung Kim Ti Sung

Tan Tek Sun Tan Tek Sun

2) Nama orang Cina yang digabung dengan nama orang Eropa, nama Cina lebih diutamakan, baru menyusul nama Eropa.

Contoh :

Nama Diindeks akan ditulis

Kennedy Tan Tan Kennedy

Thomas Kim Kim Thomas

c. Menulis nama orang India, Jepang, Thailand dan sejenisnya.

Kata akhir dijadikan kata tangkap utama dalam indeks, tanpa memperhatikan apakah kata akhir itu nama keluarga atau nama clan.

Contoh :

Nama Diindeks akan ditulis

Mahatma Gandhi Gandhi, Mahatma

Saburo Ichikawa Ichikawa, Saburo

d. Menulis nama orang Arab, Persia, Turki dan sejenisnya.

1) Nama Arab, Persia, Turki dan sejenisnya yang diikuti nama keluarga, nama keluarga dijadikan kata pengenal utama.

Contoh :

Nama Diindeks akan ditulis

Sayyid Abdullah Abdullah, Sayyid

Muhammad Wahid Wahid, Muhammad

2) Nama orang Arab, Persia, Turki, yang menggunakan kata bin, binti, nama yang didahului kata itu dijadikan sebagai pengenal utama.

Nama Diindeks akan ditulis

Umar bin Khotob Khotob, Umar bin

Usman bin Affan Affan, Usman bin

e. Menulis nama orang Eropa, Amerika, dan sejenisnya.

Nama orang Eropa, Amerika, diindeks dan ditulis berdasarkan nama keluarga, seperti contoh dibawah ini :

Nama Diindeks akan ditulis

Albert Van Hook Hook, Albert Van

Robert Kennedy Kennedy, Robert

2. Sistem Penomoran

Sistem penomoran dalam pelayanan rekam medis yaitu tata cara penulisan nomor yang diberikan kepada pasien yang datang berobat sebagai bagian dari identitas pasien yang bersangkutan. Tujuannya yaitu :

a. Sebagai petunjuk pemilik folder yang bersangkutan.

b. Sebagai pedoman dalam tata cara penyimpanan dokumen rekam medis.

c. Sebagai petunjuk dalam pencarian dokumen rekam medis yang telah tersimpan di filing.

Menurut Bambang Shofari dalam bukunya yang berjudul Pengantar Sistem Rekam Kesehatan (PSRK) ada tiga sistem pemberian nomor pasien (Administrasion Numbering System) adalah sebagai berikut :

a. Pemberian nomor cara Serial Numbering System

Yaitu sistem penomoran dimana setiap pasien yang berkunjung ke rumah sakit atau puskesmas selalu mendapatkan nomor baru. Keuntungan menggunakan sistem ini yaitu petugas lebih mudah mengerjakan, namun kerugiannya yaitu membutuhkan waktu lama untuk mencari atau mendapatkan berkas rekam medis pasien lama karena satu pasien mendapatkan lebih dari satu nomor rekam medis sehingga informasi pelayanan klinisnya menjadi tidak berkesinambungan dan dapat merugikan pasien.

b. Pemberian nomor cara Unit Numbering System

Yaitu sistem penomoran dimana sistem ini memberikan satu nomor rekam medis pada pasien berobat jalan, pasien rawat inap, gawat darurat dan bayi baru lahir. Kelebihan sistem ini adalah informasi klinis dapat berkesinambungan, tetapi pengambilan data pasien akan lebih lama karena semua data dan informasi mengenai pasien dan pelayanan pendaftaran pasien pernah berkunjung (berobat) atau sebagai pasien lama hanya memiliki satu nomor. Kekurangan ini dapat diatasi dengan sistem pelayanan yang terpisah antara pendaftaran pasien lama atau baru.

c. Pemberian nomor cara Serial Unit Numbering System

Yaitu sistem penomoran dengan menggabungkan sistem seri dan sistem unit. Setiap pasien yang berkunjung pada sarana pelayanan kesehatan diberikan nomor baru, tetapi dokumen rekam medis terdahulu digabungkan dan disimpan jadi satu dibawah nomor yang paling baru. Kekurangannya yaitu petugas menjadi lebih repot setelah selesai pelayanan informasi klinis tidak berkesinambungan.

3. Sistem Penyimpanan

Dokumen rekam medis berisi data individual yang bersifat rahasia, maka setiap folder harus disimpan dan dilindungi dengan baik karena bertujuan untuk :

a. Mempermudah dan mempercepat ditemukannya kembali dokumen yang disimpan dalam rak filing.

b. Mempermudah mengambil dari tempat penyimpanan.

c. Melindungi dokumen rekam medis dari bahaya pencurian, kerusakan fisik, kimiawi dan biologis.

Syarat dokumen rekam medis dapat disimpan yaitu apabila pengisian pada lembar formulir rekam medis telah terisi dengan lengkap dan telah dirakit sehingga riwayat pasien urut secara kronologis. Ditinjau dari pemusatan atau penyatuan dokumen rekam medis maka cara penyimpanannya dibagi menjadi dua yaitu :

a. Sentralisasi

Sistem penyimpanan secara sentralisasi yaitu, suatu sistem penyimpanan dengan cara menyatukan formulir rekam medis milik pasien kedalam satu kesatuan dimana dokumen rekam medis rawat jalan, rawat inap, gawat darurat, milik seorang pasien menjadi satu dalam satu folder (map).

Keuntungannya :

1) Data dan informasi hasil pelayanan dapat berkesinambungan kerena menyatu dalam satu folder sehingga riwayatnya dapat dibaca seluruhnya.

2) Mengurangi duplikasi data dalam pemeliharaan dan penyimpanan rekam medis.

3) Mengurangi jumlah biaya yang digunakan untuk peralatan dan ruangan.

4) Tata kerja dan persatuan mengenai kegiatan pencatatan medis mudah disentralisasikan.

5) Memungkinkan peningkatan efisiensi kerja petugas penyimpanan karena dokumen rekam medis milik seorang pasien berada dalam satu folder.

6) Mudah menerapkan sistem unit record .

Kekurangannya :

1) Petugas rekam medis menjadi lebih sibuk karena harus menangani unit rawat jalan dan unit rawat inap.

2) Filing (tempat penyimpanan) dokumen rekam medis harus jaga 24 jam karena sewaktu-waktu diperlukan untuk pelayanan UGD yang dibuka 24 jam.

3) Tempat penerimaan pasien harus bertugas 24 jam, karena dokumen rekam medis digunakan sewaktu-waktu bila pasien datang untuk berobat.

b. Desentralisasi

Sistem penyimpanan secara desentralisasi yaitu suatu sistem penyimpanan dengan cara memisahkan formulir rekam medis milik pasien dimana dokumen rekam medis rawat jalan, rawat inap, gawat darurat, milik seorang pasien dipisahkan pada folder (map) yang berbeda.

Keuntungannya :

1) Efesiensi waktu, sehingga pasien mendapat pelayanan yang lebih cepat.

2) Beban kerja yang dilaksanakan petugas lebih ringan.

Kekurangannya :

1) Terjadinya duplikasi data dalam pembuatan rekam medis, yaitu data dan informasi pelayanan pada pasien dapat disimpan lebih dari satu folder.

2) Biaya yang diperlukan untuk peralatan dan ruangan lebih banyak.

4. Penjajaran Dokumen Rekam Medis

Dokumen rekam medis yang disimpan didalam rak penyimpanan tidak ditumpuk melainkan disusun, berdiri sejajar satu dengan yang lain.

Menurut Bambang Shofari dalam bukunya Pengantar Sistem Rekam Kesehatan (PSRK) tahun edisi 1998 penjajaran dokumen rekam medis ada 3 cara yaitu :

a. Sistem Nomor Langsung (Straight Numerical Filing)

Sistem penyimpanan dokumen rekam medis dengan menjajarkan folder dokumen rekam medis berdasarkan urutan nomor rekam medis dari awal.

Contoh :

Seksi 01 Seksi 02 Seksi 03

01-11-89 02-05-45 03-99-97

01-11-90 02-05-46 03-99-98

b. Sistem Angka Tengah (Middle Digit Filing)

Sistem penyimpanan dokumen rekam medis dengan menjajarkan folder dokumen rekam medis berdasarkan urutan nomor rekam medis pada dua angka kelompok tengah.

Contoh :

Seksi 17 Seksi 70 Seksi 99

12-17-55 60-70-99 04-99-97

12-17-56 61-70-00 04-99-98

c. Sistem Angka Akhir (Terminal Digit Filing)

Sistem penyimpanan dokumen rekam medis dengan menjajarkan folder dokumen rekam medis berdasarkan urutan nomor rekam medis pada dua angka kelompok akhir.

Contoh :

Seksi 42 Seksi 89 Seksi 99

00-00-42 98-60-89 98-24-99

01-00-42 99-60-89 99-24-99

5. Sistem Pemusnahan

Setelah dilakukan penilaian terhadap nilai guna rekam medis dari dokumen rekam medis inaktif, tim pemusnahan dokumen rekam medis kemudian mengabadikan formulir rekam medis yang harus diabadikan sesuai dengan nilai gunanya dan memusnahkan formulir yang sudah tidak ada nilai gunanya. Menurut Bambang Shofari dalam bukunya yang berjudul Pengantar Sistem Rekam Kesehatan (PSRK) tahun edisi 1998 rangkuman kegiatan pemusnahan tersebut meliputi :

a. Membuat berita acara pemusnahan rekam medis yang ditandatangani Ketua, Sekretaris, dan diketahui direktur rumah sakit.

b. Melaksanakan pemusnahan dokumen rekam medis dengan cara dibakar dan dicacah.

c. Membuat daftar penelaahan.

Khusus untuk formulir rekam medis yang sudah rusak atau yang tidak terbaca dapat langsung dimusnahkan dengan terlebih dahulu membuat pernyataan di atas kertas segel oleh direktur rumah sakit.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar

Jazzakallah Khairon Kasiro

Semoga Bermanfaat, saran dan kritik serta bagi temen-temen yang ingin mengirimkan artikel yang membangun, dapat disampaikan melalui e-mail akur88@gmail.com., a_kur70@yahoo.com [Kalau Berkenan silahkan kunjungi juga di blog atau website kami yang lain. Sukron, Jazzakallah Khairan Katsir] Wassalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.