RSS
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Assalamu’alaikum.Warohmatullahi Wabarokatuh. Selamat datang di blog kami, saran dan kritik dari pembaca dapat disampaikan melalui e-mail akur88@gmail.com

Fastabiqul Khoirot Mohon Saran dan Masukannya Agar Ilmu Ini Bermanfaat. Amin
APABILA PEMBACA MENGINGINKAN MATERI YANG BERHUBUNGAN DENGAN REKAM MEDIS DAPAT CLIK LINK DOWNLOAD FILE MATERI DIBAWAH INI

========== [00v00] ==========

DOWNLOAD FILE MATERI REKAM MEDIS

DOWNLOAD MATERI DESAIN FORMULIR, QUALITY ASSURANCE, ETIKA PROFESI DAN ICD 10

=================================================================

Sejarah Rekam Medik dan Tujuan Rekam Medik

Dalam era globalisasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sudah berkembang sangat pesat. Terutama di bidang kesehatan sangat terasa sekali kemajuannya terlebih di bidang pelayanan medik. Peran rekam medik sangatlah penting bagi rumah sakit tidak kalah pentingnya dengan petugas medik dan non medik. Rekam Medik menurut Edna K Huffman adalah catatan mengenai siapa, apa, mengapa, bilamana, dan bagaimana pelayanan yang diberikan kepada pasien selama masa perawatan yang memuat informasi yang cukup untuk mengidentifikasi pasien, membenarkan diagnosis dan pengobatan serta merekam hasilnya.

Maka dari itu rekam medik sangat penting sebagai sarana penunjang kesehatan yang akan meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit dan akan mempengaruhi tingkat atau kepercayaan masyarakat kepada rumah sakit.

Pengolahan data merupakan bagian dari rekam medik. Berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas, anamnesa, pemeriksaan, diagnosis pengobatan, tindakan, dan pelayanan ini merupakan data yang akan diproses oleh bagian rekam medik yang nantinya akan menghasilkan informasi yang bermanfaat bagi pasien. Seorang perekam medik akan menentukan proses kelancaran dan berjalannya rekam medik. Untuk itu setiap rumah sakit wajib menyelenggarakan pelayanan rekam medik sesuai SK. Menteri Kesehatan RI. Nomor 749a/Menkes/Per/XII/1989 dan diperbarui dengan Permenkes RI Nomor 269/Menkes/Per/III/2008. (Sunny Ummul Firdaus, SH, MH, 2010)

Rekam medik ada bersamaan dengan ilmu kedokteran, yaitu dimulai dari zaman batu (paleolithic) ± 25.000 SM di Spanyol berupa pahatan pada dinding. Pada zaman Mesir kuno banyak bermunculan dokter yang mulai menyimpulkan adanya ilmu kedokteran diantaranya. Dewa Thocth ( Ahli pengobatan yang dikenal dengan sebutan dewa kebijaksanaan, mengarang 36 – 42 buah diantaranya 6 buku mengenai kedokteran). Imhotep ( Dokter yang pertama menjalankan rekam medik, karyanya papyrus yaitu dokumen kedokteran kuno yang berisi 43 kasus pembedahan). Adapun yang lainnya yaitu sebagai berikut :

a. Zaman Yunani

Aesculapius dianggap sebagai Dewa kedokteran dan Aeculapius melakukan praktek ilmu kedokteran di Delphi, dan ilmu kedokteran di Yunani di sebarkan oleh sepuluh dokter yang disebut dengan Aesele Padae.


Hipocrates mulai mengesampingkan ramalan dan pengobatan secara mistik dengan praktek kedokteran secara ilmu pengetahuan modern. Hipocrates yang membuat sumpah dan banyak menulis tentang
pengobatan penyakit dan para putranya diajarkan cara mencatat penemuan medik.

a.


Zaman Muhammad

1) Rhazes (865 – 925)

a) Dokter Islam praktekRumah Sakit Persia.

b) Buku yang di tulisnya antara lain buku – buku kedokteran ”Treatise on smallpox and Measies” merupakan buku pertama yang membahas penyakit menular.

2) Avicena (980 – 1037)

a) Bekerja berdasarkan tulisan Hipocrates dan menggabungkan dengan sumber – sumber kedokteran lainnya yang di dapat.

b) Avicena telah menggunakan sistem pencatatan klinis dengan baik.

b. Zaman Abad Pertengahan

Dikenal adanya Rumah Sakit St. Barthelomew di London. Rumah sakit ini berdiri dan terdapat beberapa rekam medik pasiennya. Rumah ini mengeluarkan buku bernama ”Book of fundation” yang berisi riwayat dari 28 kasus penyakit.

c. Abad XVII

Dokter William Harbey menekankan arti pentingnya rekam medik dimana dokter harus bertanggung jawab atas segala rekam mediknya. Kapten Jhon Grant merupakan orang yang pertama mempelajari vital statistik tahun 1661 dan melakukan penelitian atas Bilis of Mortality (angka kematian).


Abad XVIII

Benyamin Franklin dari USA merupakan pelopor pendirinya rumah sakit penansylavania di Phiadelphia dan rekam medik sudah ada tahun 1873. rumah sakit New York di buka tahun1771 register pasien baru, tahun 1862 indeks penyakit mulai dicoba dari tahun 1914 istilah – istilah penyakit dapat diterangkan.

b. Abad XVIX

Di Boston tahun 1801 rumah sakit umum Massachusset di buka memiliki rekam medik dan katalog lengkap. Tahun 1871 mulai di instruksikan pasien dirawat harus di buatkan Kartu Indeks Utama Pasien Ny. Greece Writing Myerors terpilih sebagai presiden pertama dari Association of Record Librarian of Norht American ia adalah ahli Medikal Record pertama di Rumah Sakit.

c. Abad XX

Rekam medik baru menjadi pusat secara khusus pada beberapa rumah sakit. Tahun 1902 American Hospital Association pertama kalinya melakukan diskusi rekam medik. Tahun 1905 doter George Wilsin dalam rapat tahunannya.

d. Perkembangan rekam medik di Indonesia

Semenjak Pra kemerdekaan, rumah sakit di Indonesia sudah melakukan kegiatan pencatatan. Kemudian pada tahun 1972 dengan surat keputusan menteri kesehatan RI No . 034/Birohupp/1972, ada kejelasan bagi rumah sakit menyangkut kewajiban untuk menyelenggarakan rekam medik. Bab I pasal 3 menyatakan bahwa dana penunjang terselenggaranya rencana induk (master plan) yang baik, maka setiap rumah sakit : mempunyai dan merawat statistik yang up to date, membuat rekam medik yang berdasarkan ketentuan–ketentuan yang di tetapkan. Maksud dan tujuan dari peraturan peraturan tersebut adalah agar penyelenggaraan rekam medik di institusi pelayanan kesehatan termasuk rumah sakit dapat berjalan dengan baik.

Rekam Medik secara umum merupakan bukti tertulis tentang proses pelayanan yang diberikan oleh dokter dan tenaga kesehatan lainnya kepada pasien di suatu unit pelayanan kesehatan. Bukti tertulis ini dilakukan setelah pemeriksaan tindakan, pengobatan sehingga dapat dipertanggungjawabkan. Jadi tugas rekam medik adalah “merekam”, namun merekam apa yang telah dilakukan kepada pasien di unit pelayanan kesehatan. Tujuan rekam medik bagi pasien adalah unntuk melindungi pasien. Bagi pelayanan kesehatan rekam medik bertujuan untuk menunjang tertib administrasi dalam rangka upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan.

Jadi kegunaan rekam medik ada 6, yang untuk memudahkannya disingkat sebagai ALFRED, yaitu:

a. Administrative Value : Rekam medik merupakan rekaman data administrasi pelayanan kesehatan.

b. Legal Value : Rekam medik dapat digunakan sebagai bahan bukti di pengadilan.

c. Financial Value : Rekam medik dapat dijadikan dasar untuk perincian biaya pelayanan kesehatan yang harus dibayar oleh pasien.

d. Research Value : Data rekam medik dapat digunakan sebaga bahan untuk penelitian.

e. Education Value : Data rekam medik dapat digunakan sebagai bahan pengajaran dan pendidikan mahasiswa kedokteran, keperawatan dan tenaga kesehatan lainnya.

Documentation Value : Rekam medik merupakan sarana untuk menyimpan berbagai dokumen yang berkaitan dengan riwayat kesehatan pasien.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar

Jazzakallah Khairon Kasiro

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Semoga Bermanfaat, saran dan kritik serta bagi temen-temen yang ingin mengirimkan artikel yang membangun, dapat disampaikan melalui e-mail akur88@gmail.com., a_kur70@yahoo.com [Kalau Berkenan silahkan kunjungi juga di blog atau website kami yang lain. Sukron, Jazzakallah Khairan Katsir] Wassalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.